<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aktivis &#8211; Liputan24.co</title>
	<atom:link href="https://liputan24.co/tag/aktivis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://liputan24.co</link>
	<description>Kabar Terpercaya, Tanpa Batas Waktu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Aug 2025 02:28:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://liputan24.co/wp-content/uploads/2025/07/cropped-ICON-LIPUTAN-24-32x32.png</url>
	<title>Aktivis &#8211; Liputan24.co</title>
	<link>https://liputan24.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kurangnya Pengawasan DTRB Lalai Dalam Pengawasan, Pembangunan GSG Kecamatan Cisoka Disorot Aktivis</title>
		<link>https://liputan24.co/kurangnya-pengawasan-dtrb-lalai-dalam-pengawasan-pembangunan-gsg-kecamatan-cisoka-disorot-aktivis/</link>
					<comments>https://liputan24.co/kurangnya-pengawasan-dtrb-lalai-dalam-pengawasan-pembangunan-gsg-kecamatan-cisoka-disorot-aktivis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 02:20:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[Bacakan proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas DTRB]]></category>
		<category><![CDATA[DTRB]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan cisoka]]></category>
		<category><![CDATA[Kurangi volume]]></category>
		<category><![CDATA[Luput dari pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek dikaji ulang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://liputan24.co/?p=356</guid>

					<description><![CDATA[Liputan24.co&#124; Cisoka Tangerang – Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang bersumber dari&#160;[&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Liputan24.co| Cisoka Tangerang – Pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai kontrak mencapai Rp 3.908.071.600, terancam tidak sesuai harapan akibat lemahnya pengawasan dari pihak terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proyek yang dilaksanakan oleh CV Telaga Abadi Nusantara ini memiliki masa pengerjaan selama 190 hari kalender. Namun, dari hasil pantauan awak media bersama aktivis Kabupaten Tangerang, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran teknis di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aktivis senior Kabupaten Tangerang, Rasmadi, A.Md yang akrab disapa Gacon mengungkapkan bahwa selama proses pembangunan, banyak pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sesuai standar. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan para pekerja dan menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana maupun Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-358" src="https://liputan24.co/wp-content/uploads/2025/08/TimePhoto_20250808_142637-275x300.jpg" alt="" width="275" height="300" srcset="https://liputan24.co/wp-content/uploads/2025/08/TimePhoto_20250808_142637-275x300.jpg 275w, https://liputan24.co/wp-content/uploads/2025/08/TimePhoto_20250808_142637.jpg 724w" sizes="(max-width: 275px) 100vw, 275px" />Lebih lanjut, Gacon bersama tim juga yang turun langsung di lokasi pekerjaan menemukan ketidak sesuaian ukuran pada konstruksi kolam yang memiliki panjang 5 meter. Menurutnya, sisi kanan dan kiri kolam memiliki tinggi 2,7 meter, sementara bagian tengah hanya 2,5 meter. Perbedaan sekitar 20 sentimeter ini membuat konstruksi terlihat tidak simetris, Jum&#8217;at (09/08/2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Seharusnya ukuran harus seragam sesuai perencanaan teknis. Perbedaan ini menunjukkan kurangnya ketelitian dan lemahnya pengawasan di lapangan,” tegas Gacon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, minimnya respon dari pihak pelaksana maupun dinas terkait membuat para aktivis kesulitan memberikan masukan atau koreksi selama pekerjaan berlangsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang lebih serius melakukan pengawasan agar kualitas proyek sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat besarnya anggaran yang digunakan bersumber dari uang rakyat. Transparansi dan pengawasan ketat dinilai mutlak diperlukan demi memastikan hasil pembangunan bermanfaat maksimal bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Alek)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://liputan24.co/kurangnya-pengawasan-dtrb-lalai-dalam-pengawasan-pembangunan-gsg-kecamatan-cisoka-disorot-aktivis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
