Liputan24.co – CISOKA TANGERANG, Suasana kondusif dan ketenangan lingkungan menjadi fokus utama bagi warga Kampung Saga, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka. Baru-baru ini, sebuah video yang menampilkan aksi deklarasi penolakan keras oleh warga bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat terhadap keberadaan tempat usaha “JDEYO Bilyard & Cafe” viral di media sosial.
Dalam video tersebut, perwakilan warga, tokoh masyarakat, dan ulama berdiri bersama untuk menyatakan keberatan mereka terhadap operasional tempat hiburan tersebut. Mereka menilai bahwa keberadaan lokasi usaha tersebut berpotensi membawa dampak negatif bagi lingkungan sosial dan ketertiban umum di wilayah mereka.
Menanggapi keresahan yang terjadi di tengah masyarakat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cisoka, H. Juhri, angkat bicara. Beliau menegaskan dukungannya terhadap aspirasi warga yang menginginkan lingkungan yang bersih dari potensi kemaksiatan.
“Kami dari MUI Cisoka telah menerima aspirasi dari tokoh masyarakat dan warga Kampung Saga. Secara prinsip, kita harus menjaga kondusifitas wilayah kita dari hal-hal yang berpotensi merusak moralitas generasi muda dan mengganggu ketertiban umum. Adanya JDEYO Bilyard & Cafe ini dirasa tidak sejalan dengan nilai-nilai masyarakat setempat,” ujar H. Juhri saat dimintai keterangan.
Lebih lanjut, H. Juhri mendesak pihak terkait untuk meninjau kembali izin operasional tempat tersebut.
“Kami meminta kepada pihak berwenang dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan. Harus ada peninjauan kembali mengenai izin operasional serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Aspirasi warga adalah prioritas yang harus didengar demi terciptanya lingkungan yang religius dan aman bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan warga akan dampak sosial yang mungkin timbul, seperti potensi perjudian, kebisingan, dan pergaulan bebas yang dikhawatirkan akan mempengaruhi remaja di Desa Caringin. Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dan akan terus mengawal penolakan ini hingga pihak pengelola maupun pemerintah setempat memberikan solusi yang konkret, yakni penutupan operasional tempat usaha tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak warga masih menunggu tindak lanjut nyata dari pihak Kecamatan Cisoka serta dinas terkait untuk segera merespons tuntutan masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.






